RSS

Angkot Gombong Kenteng Lawang Awu

30 Jul

Untuk mencapai desa Semali dari perkotaan Gombong bisa menggunakan angkot ataupun ojek, untuk naik angkot hanya tersedia mulai jam 3 dini hari (dimulainya orang2 berangkat ke pasar pagi) sampai sekitar jam 5 sore hari, setelah itu untuk menjangkau desa Semali perlu menggunakan ojek dengan ongkos yang lebih mahal tentunya

Angkot yang tersedia yaitu angkot dengan warna merah hati, untuk mempermudah penumpang tidak salah naik angkutan biasanya tiap angkot menggunakan plang dan bertuliskan Gombong  Kenteng Lawang Awu. Jalur yang di lewati angkot ini mulai dari start: Terminal angkot di pasar Wonokriyo Gombong terus keluar pasar dan mengarah ke utara dengan melewati banyak desa juga tempat-tempat penting dan bersejarah, sampai akhirnya mentok berakhir di terminal Lawang Awu, yaitu desa di perbatasan wilayah kabupaten Kebumen dan Banjar Negara.

Tempat-tempat penting yang di lewati Angkot Jalur Gombong Kenteng Lawang Awu seperti:

Start awal dari Terminal angkot di pasar Wonokriyo Gombong, pasar ini adalah pasar terbesar dan sangat penting untuk laju dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kecamatan Gombong, Sempor, Kwarasan, Buayan dan sekitarnya.

Kauman, adalah tempat ngetem kedua dari angkot jalur ini, lokasi di sebelah timur jembatan kauman atau depan Bank Mandiri KCP Gombong, tempat ini di jadikan tempat ngetem kedua setelah terminal di pasar Wonokriyo, sebenarnya bukan tempat yang legal untuk ngetem tp untuk mempermudah penjemputan anak-anak sekolah yang pulang pergi menggunakan sarana angkot.

SLTP N 1 Gombong, sekolah yang sangat favorit dan bermutu di kota Gombong dan sekitarnya, sekolah yang banyak meluluskan anak2 putra bangsa yang cerdas berkualitas, sekolah ini di bangun sejak zaman penjajahan Belanda yang sampai sekarang masih tetap kokoh berdiri megah dan kuat, tempat dulu aku bersekolah di tahun ajaran 1991-1994

Kantor Pos Gombong, berada bersebelahan dengan SLTP N 1 Gombong, kantor pos ini sangat bermanfaat untuk warga kami, terutama saat pembayaran rekening listrik, karena hampir semua warga Semali membayar lewat Kantor Pos ini karena akses yang mudah

Benteng Van Der Wicjk, tempat wisata terfavorit di kota Gombong Kebumen dan sekitarnya, wisata sejarah peninggalan jaman penjajahan Belanda yang dibangun tahun 1818, Benteng ini berbentuk persegi delapan yang konon hanya ada 2 didunia, satunya berada di Australia, nama benteng diambil dari salah satu nama komandan Belanda, dahulu benteng ini di jadikan barak tentara dan pernah di jadikan sebagai tempat latihan tentara PETA

Secata Dodikif Gombong, tempat pendidikan sekolah calon tamtama, sekali penerimaan biasanya sekitar 200 orang siswa yang didominasi dari lulusan SLTA

Pasar Sidayu, pasar yang cukup ramai di pagi hari

Masjid Sidayu, di belakang masjid ini dulu sewaktu aku kecil tersedia Selipan padi, tempat Selipan satu2nya yang tersedia untuk warga kampungku menggiling padi, untuk mencapai tempat ini warga kampungku dulu rela memikul dengan jalan kaki sekitar 6 Km, karena jaraknya yang cukup jauh, untuk menggiling padi di lakukan hanya waktu2 tertentu misal akan melakukan hajatan, atau di hari2 besar dan menjelang Lebaran, dulu untuk bisa ikut menggiling padi aku sangat senang sekali, walaupun harus cape jalan kaki tapi rasanya bahagia bisa ikut jalan2 kekota, hehe

Desa Pekuncen terkenal dengan Masjid Saka Tunggalnya, masjid dengan hanya satu tiang utama peninggalan jaman para Wali, yang masih tetap di jaga kelestariannya sampai sekarang.

Perumahan Pekuncen, perumahan pertama yang ada di wilayah kecamatan Sempor, menjadi bibit dan berkembang menyusul dengan di bangunnya perumahan2 baru seperti, Perumahan Puri Sempor, juga Perumahan Depan Pabrik Rokok Sampurna desa Jatinegara maaf lupa nama perumahannya, yang terbaru dalam proses pembangunan adalah Perumahan Sempor Regency bersebelah dengan Puri Sempor, lokasi sangat strategis di dekat pintu gerbang masuk Waduk Sempor

Slis Kedung Bulus dengan tanggul penahan erosi dan pintu air dengan pemandangan alam yang indah, sekaligus pintu gerbang masuk dan perbatasan desa Semali dengan desa Pekuncen

Itulah jalur yang dilewati angkot untuk mencapai desa Semali, total jarak dari pasar Gombong sampai ujung desa Semali perbatasan dengan desa Kenteng sekitar 11 KM, biaya ongkos sekitar Rp. 4500

 
Leave a comment

Posted by on July 30, 2011 in Kehidupan, Pesona alam, Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: