RSS

Penduduk Desa Semali

16 Jul

Wilayah desa Semali sebagian besar adalah di daerah perbukitan, sebagian besar mata pencaharian warganya merupakan petani dan buruh tani. Sedangkan yang berprofesi sebagai pedagang, PNS/TNI/Polri hanya sedikit.

Karena di desa Semali banyak terdapat lahan Perhutani yang sebagian hutannya adalah hutan Pinus, maka byk petani yang juga bekerja sebagai penyadap getah pinus, terutama petani yang rumahnya di sekitar lahan Perhutani. Namun keberadaan Perhutani dengan tanaman Pinusnya, mengurangi keberadaan air dan mata air di desa ini terutama di musim kemarau.

Di Desa Semali terdapat 3 (tiga) Sekolah Dasar Negeri dan 1 (satu) Taman Kanak-kanak. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau lebih, banyak memilih di SLTP N 2 Sempor desa Kenteng yang terdekat. Pendidikan pada jenjang SLTA (SMA/SMK) hanya terdapat di Gombong, Karanganyar atau Kebumen.

Sulitnya transportasi karena letak desa yang cukup jauh dari perkotaan, juga kondisi jalan yang sering rusak, memaksa anak yang akan melanjutkan ke SLTA untuk kost/mondok di sekitar sekolah mereka. Apalagi jarak yang cukup jauh bila harus ditempuh dengan pulang-pergi sekolah ke rumah. Namun demikian, antusias penduduk untuk menyekolahkan putra-putrinya cukup bagus. Walaupun hanya sampai jenjang SLTP. Karenanya banyak penduduk usia produktif yang mencari penghidupan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung sebagai buruh pabrik atau pembantu rumah tangga.

Pertanian di desa Semali  berupa sawah tadah hujan, sehingga di musim kemarau hasil tanaman padi kurang optimal. Selain padi, petani di Semali banyak pula menanam Singkong yang distribusinya hingga wilayah Majenang di kabupaten Cilacap. Palawija yang ditaman di Semali diantaranya adalah Cabe, Singkong, Pepaya, Jagung, Kacang tanah dan kedelai. Untuk tanaman kacang tanah atau Kedelai biasanya dijual ke pembeli yang mendatangi langsung ke petani atau dijual di pasar.

Khusus untuk musim kemarau selain mengurus Palawija dan membuat Gaplek kebanyakan warga membuat krupuk dari Singkong, ataupun dari Gadung yang biasanya di direndam dan dijemur di pinggi-pinggir kali yang airnya mulai mengering. Untuk mengisi waktu-waktu senggang biasanya banyak ibu-ibu yang kreatif membuat anyaman tas dari mendong

 
1 Comment

Posted by on July 16, 2011 in Kehidupan, Umum

 

One response to “Penduduk Desa Semali

  1. kiky

    January 10, 2012 at 4:05 pm

    semali tanah airku

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: