RSS

Kuda Lumping Ebeg Semali

05 Jul

Ebeg adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk dan dilukis menyerupai kuda berwarna hitam, merah atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam biar ga silau kena sinar matahari hehe, mengenakan mahkota atau jangkang dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, dan juga sinden, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 17 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul memakai topeng.

Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 5 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa : bunga-bungaan, pisang raja dan pisang ambon, kelapa muda (dewegan),jajanan pasar,dll. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung, eling-eling dan lain-lain. Yang unik, disaat pagelaran, saat kerasukan/mendem, para pemainnya biasa memakan sesuatu yang tidak semestinya misal: kembang, daun-daunan, pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dhedek (katul), bara api, dll. sehingga menunjukkan kekuatannya Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul dan jiweng. Dalam pertunjukannya, ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.

Di desa Semali mempunyai dua grup ebeg, pertama grup ebeg untuk orang dewasa dan grup ebeg untuk anak-anak, untuk grup anak-anak, penarinya khusus di mainkan oleh anak tapi penabuh gamelan dan sinden oleh orang dewasa

 
Leave a comment

Posted by on July 5, 2011 in Kesenian, Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: